Umat Katolik Protes Tempo

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

default Umat Katolik Protes Tempo

Post by GSJA_Kediri on Sat Feb 09, 2008 11:27 pm

Umat Katolik Protes Tempo

Majalah Tempo kembali tersandung masalah. Kali ini sampul depan (cover)
majalah mingguan berita edisi terbaru Nomor 50/XXXVI/04, 10 Februari
2008 -- tentang mantan presiden Soeharto (almarhum) bersama
anak-anaknya di meja makan -- itu dinilai telah melecehkan simbol kudus
umat kristiani, khususnya Katolik di Indonesia. Gambar sampul majalah
berjudul Setelah Dia Pergi tersebut, mirip format lukisan perjamuan
terakhir Yesus pada murid-muridnya. Yaitu, The Last Supper, karya
Leonardo Da Vinci.

Selasa (5/2) siang, sejumlah perwakilan organisasi Katolik tingkat
nasional, mendatangi kantor Tempo di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.
Mereka menilai lukisan sakral itu telah dianalogikan Tempo dengan
keluarga mantan penguasa Orde Baru -- yang di mata masyarakat
berlumuran kasus KKN.


Para pengunjuk rasa berasal dari Persatuan Mahasiswa Katolik Republik
Indonesia (PMKRI), Forum Komunikasi Alumni PMKRI (Forkoma), Pemuda
Katolik, Tim Pembela Kebebasan Beragama, Solidaritas Demokrasi Katolik
Indonesia (SDKI), Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Wanita
Katolik RI (WKRI), dan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA).

''Cover itu sangat menyinggung hati nurani dan keimanan umat Katolik.
Karena foto jamuan makan terakhir itu merupakan perlengkapan ibadah
kami. Mereka (redaksi Tempo) mengaku keliru dalam mengambil analogi.
Sesuatu yang menurut kami justru bertolak belakang dan menimbulkan
keresahan,'' kata Ketua Forkoma, Hermawi Taslim.

Umat Katolik meminta klarifikasi dan pernyataan maaf dari penanggung
jawab Tempo. Mereka juga ingin memastikan kejadian seperti ini tak akan
terulang, bukan hanya untuk umat Katolik, tapi bagi umat beragama
lainnya di Indonesia. Dimintanya pula agar edisi majalah itu ditarik
dari peredaran.

Persoalan ini akan kami anggap selesai bila Tempo memenuhi komitmennya
meminta maaf secara terbuka dan lugas dengan bahasa yang dimengerti
oleh masyarakat di pelosok,'' tegas Herwawi, yang juga fungsionaris
Partai Kebangkitan Bangsa.

Meminta maaf
Selama hampir dua jam, perwakilan umat Katolik itu berdialog dengan
pimpinan Tempo. Mereka diterima oleh Pemimpin Redaksi Toriq Hadad,
Redaktur Eksekutif Wahyu Muryadi, Redaktur Senior Fikri Jufri, dan awak
redaksi lainnya.

''Kami hanya mengambil inspirasi dari sebuah gambar yang dilukis
Leonardo Da Vinci... Perbedaan tafsir ini kami hormati dan saya sebagai
pemimpin Majalah Tempo mohon maaf apabila gambar ini dianggap
menistakan umat Kristiani,'' ujar Toriq.

Sesuai tuntutan perwakilan umat Katolik, pernyataan maaf Tempo itu akan
dikemas dalam berita yang dimuat Koran Tempo hari ini (6/2). Berita
serupa sudah dimuat pula dalam Tempo Interaktif. Pekan depan, dalam
edisi Majalah Tempo berikutnya, pernyataan maaf itu akan dibuat lagi.

''Dirubrik surat dari redaksi, kami akan mengulangi pernyataan minta
maaf dan penjelasan tentang cover itu,'' jelas Toriq. Tak ada tuntutan
ganti rugi. Hanya saja, Toriq mengaku sulit bila harus menarik kembali
edisi khusus majalah itu yang sudah terlanjur beredar di masyarakat.

Redaksi hanya bisa mengganti sampul depan Majalah Tempo edisi bahasa
Inggris yang belum diedarkan. ''Secara teknis tidak mudah untuk
melakukan penarikan,'' kilah Toriq.

'Hati-hati terhadap Masalah Sensitif'
JAKARTA -- Partai Damai Sejahtera (PDS) meminta semua pihak,
berhati-hati dalam menampilkan masalah sensitif terutama menyangkut
nilai sakral agama. PDS pun menuntut klarifikasi gambar keluarga mantan
presiden Soeharto pada sampul majalah empo terbaru, yang mirip
perjamuan kudus Yesus, The Last Supper, karya Leonardo Da Vinci.

Wakil Ketua Umum PDS, Denny Tewu, mengatakan, jajaran DPP PDS, Senin
(4/2) malam, malah menggelar rapat khusus membahas cover Tempo
tersebut. `'Kami putuskan meminta penjelasan pihak Tempo, apa motif
pemuatan gambar itu? Adakah ingin melecehkan umat kristiani?'' katanya,
kepada Republika, kemarin.

Diakui Denny Tewu, gambar tersebut memang tidak sama dengan gambar
perjamuan kudus, namun ada kemiripan. Sebagai orang timur, ia meminta
seharusnya semua pihak menyadari akan adanya beberapa wilayah sensitif,
yang bisa memunculkan ketersinggungan.

''Kebebasan berekspresi semestinya tetap menjaga wilayah-wilayah yang
bisa memunculkan ketersinggungan kelompok tertentu. Harusnya kita sadar
kita itu orang Timur,'' ujar Denny.

Anggota Komisi VIII DPR, Ahmad Farhan Hamid, menambahkan, persoalan
ketersinggungan seperti itu tidak hanya dialami umat Kristen. Ajaran
dan simbol kesucian umat Islam juga sering dilecehkan dengan dalih
kebebasan pers dan berekspresi.

`'Seharusnya semua pihak berhati-hati bila berkait dengan persoalan
sensitif seperti itu. Media massa harus bisa menimbang antara yang baik
dan buruk,'' tandas politisi PAN itu.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Masdar Farid
Mas'udi, juga mengatakan, persoalan tersebut berkait dengan wilayah
tepo seliro (toleransi). ''Harusnya ada kesadaran masyarakat untuk
menjaga hal-hal yang bisa memunculkan ketersinggungan umat beragama,''
katanya. dwo (djo/RioL)

GSJA_Kediri

Male
Jumlah posting : 21
Age : 39
Lokasi : kediri
Pekerjaan : karyawan swasta
Gereja : Gereja Sidang Jemaat Allah KEDIRI
Registration date : 17.10.07

Character sheet
admin:

Lihat profil user http://kristen.variousforums.net/

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik