Darah KRISTUS

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

default Darah KRISTUS

Post by GSJA_Kediri on Fri Oct 19, 2007 12:52 am

Darah KRISTUS

Pdt. Abraham Alex Tanuseputra

(Bulletin Sinode Edisi III, Tahun II, 2005)




Tercurahnya darah hewan, ritual persembahan korban,
berawal dari ketika Allah melakukan tindakan kasih kepada manusia yang
jatuh dan terpuruk akibat dosa. Tuhan Allah menyembelih hewan, dan
darah tertumpah, kemudian mengambil kulitnya untuk dijadikan pakaian
Adam dan istrinya, mengenakan kepada manusia ganti daun pohon ara yang
dipakai manusia untuk menutupi aibnya.

Dan
Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan
istrinya itu, lalu mengenakan kepada mereka. (Kejadian 3:21)


Suatu fragmen
yang mengandung pernyataan Allah bahwa usaha dan kekuatan manusia yang
mencoba untuk menutupi dosa-dosa adalah sia-sia. Hanya dengan kurban,
tertumpahnya darah, yaitu janji Allah, proto evangelium, tentang Mesias yang akan datang sebagai anak domba Allah bagi pendamaian dan penebusan umat manusia.

Dari
peristiwa inilah, pemberitaan keselamatan umat manusia, melalui
tertumpahnya darah, diwartakan melalui berbagai ritual persembahan
korban. Mulai dari korban bakaran, korban keselamatan, korban sajian,
korban penghapus dosa dan korban penebus salah. Semuanya menunjuk pada
Kristus, Anak Domba Allah yang dikorbankan untuk keselamatan umat
manusia.

Dengan
demikian, makna darah adalah misi Allah menyelamatkan manusia melalui
Kristus yang dikorbankan. Tidak ada jalan dan cara lain, juga semua
upaya manusia adalah sia-sia. Melalui karya Kristus, mulai dari taman
Getsemani, bukit Golgota, kubur Yesus yang kosong sampai terangkatnya
ke sorga. Semua ritual persembahan korban disempurnakan, nubuatan
tentang Mesias yang menyelamatkan umat manusia digenapkan. Dengan
membawa darah-Nya sendiri, sebagai ganti darah domba jantan dan darah
anak lembu, Kristus masuk ke ruang kudus dan mempersembahkan diri-Nya
sebagai persembahan yang kudus dan tak bercacat, menyucikan semua orang
yang percaya kepada-Nya, sekali untuk selama-lamanya.

dan
Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang
kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu,
tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah
mendapat kelepasan yang kekal. Sebab, jika darah domba jantan dan darah
lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis,
sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah
Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya
sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan
menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia,
supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. (Ibrani 9:12-14)


Makna Darah (Kristus)

Korban
persembahan adalah sesuatu yang Allah karuniakan kepada manusia, yakni
pemberian dari Allah bagi kebutuhan manusia. Allah yang punya kemampuan
untuk menyelamatkan manusia dan manusia yang membutuhkan keselamatan
bagi dirinya. Jadi bukan pemberian manusia kepada Allah, sebab
bagaimana mungkin, manusia yang berdosa dan tidak berdaya mampu
mempersembahkan kepada Allah yang kudus dan berkuasa?

Karena
nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu
kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu,
karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. (Imamat
17:11)


Dan
mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima
gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah
disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah
dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. (Wahyu 5:9)


Dari
ayat-ayat di atas, dalam Imamat 17:11 dan juga di Wahyu 5:9, dapat
ditemukan dua penjelasan mengenai makna darah dan kurban persembahan.
Yaitu tentang konsep pendamaian, oleh karena ada penebusan, redemption dan konsep pengganti, substitution.

Pertama,
maksud dari darah itu ialah untuk mengadakan pendamaian. Sebab setiap
kata yang diterjemahkan menjadi pendamaian adalah dimaksudkan sebagai
membayar harga, suatu harga untuk penebusan. Upah dosa ialah maut.
Orang yang berdosa tidak dapat menghadap Allah yang Maha Kudus. Dosa
membuat orang terpisah dari Allah, dan pisah dari Allah berarti
kematian. Tetapi bila harga tersebut, hukuman dan kematian, dibayar
lunas melalui kematian dengan darah tercurah, maka terjadilah
pendamaian, recontiliation, hubungan Allah dan manusia dipulihkan kembali.

Kepada
siapakah pembayaran tersebut diberikan? Darah mengadakan pendamaian
dengan menyediakan harga yang cukup untuk membayar lunas hutang dosa di
hadapan Allah, suatu nilai penghukuman yang tersedia dan telah dilunasi
oleh penghukuman oleh yang menanggungnya, yaitu Kristus yang menanggung
hukuman manusia yang berdosa.

Kedua.
Bahwa darah dapat menjadi perantara pendamaian dengan nyawa. Ulangan
19:21, menyatakan tentang “nyawa ganti nyawa”, artinya nyawa sebagai
pembayaran atas nyawa. Darah berarti kematian, pemusnahan kehidupan
atau nyawa. Dalam persembahan kurban nyawa dimusnahkan, darah yang
tertumpah merupakan tanda telah diambilnya nyawa bagi pembayaran
dosa-dosa orang yang bersalah dan bagi nyawanya yang telah ternoda oleh
dosa. Persembahan hewan sebagai kurban menyatakan prinsip tersebut di
atas dengan penggenapan sepenuhnya dalam kematian Tuhan Yesus Kristus.

Darah Dalam Lintasan Sejarah Manusia

Darah
perjanjian, melalui Kristus yang akan datang, dari generasi ke generasi
telah membuktikan kuasa Allah yang sangat luar biasa. Darah adalah
satu-satunya jalan pendamaian antara manusia dengan Allah. Berikut
adalah beberapa catatan tentang kuasa darah dalam sejarah lintasan
kehidupan manusia.

1. Adam dan Hawa (Kejadian 3:15-21)

Ketika
Allah menggantikan daun pohon ara yang dipakai manusia untuk menutupi
ketelanjangannya dengan kulit binatang. Ketika itulah Allah memberikan
pengajaran kepada manusia, bahwa ketelanjangan lambang dari dosa-dosa
tidak dapat diselesaikan dengan cara dan kekuatan manusia. Usaha
manusia seperti kain kotor dan tidak mungkin menutupi kekotoran dosa.
Hanya persembahan korban, Kristus yang dikorbankan, dosa dapat
dihapuskan, hubungan manusia dengan Allah dipulihkan.

2. Kain dan Habel (Kejadian 4:1-16)

Kain
mempersembahkan sebagian dari hasil tanah, sedangkan Habil
mempesembahkan korban persembahan anak sulung kambing dombanya. Tuhan
Allah menolak persembahan Kain dan menerima korban persembahan Habil.

Allah
menolak korban persembahan Kain oleh karena Kain mencoba mengantikan
persembahan korban tanpa tertumpahnya darah. Allah menolak persembahan
hasil bumi Kain, upaya-upaya dan kekuatan manusia, dan menerima
persembahan korban Habel, karena ia mempersembahkan dengan korban,
tertumpahnya darah, tepat seperti yang Allah ajarkan kepada Adam.

3. Henokh (Kejadian 5:21-24)

Henokh
diangkat hidup-hidup oleh Allah, kembali kepada Tuhan Allah tanpa
melalui proses kematian fisik. Dan yang membuat Henokh diangkat Allah
hidup-hidup, adalah karena Henokh hidup bergaul dengan Tuhan Allah.

Makna
darah, sebagaimana penjelasan di atas adalah pendamaian, relasi manusia
dengan Allah dipulihkan kembali. Dapat dipastikan bahwa alasan Henokh
dapat bergaul karib dengan Allah, karena persembahan korban dengan
tertumpahnya darah. Karena itu, Henokh diangkat hidup-hidup oleh Tuhan
Allah.

4. Nuh dan Keluarganya (Kejadian 6:9-22; 7:24)

Inilah
riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara
orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.


Di
hadapan Allah Nuh adalah orang benar dan tidak bercela. Dan Nuh bergaul
akrab dengan Allah. Status itulah yang menjadikan Nuh dan bahkan
seluruh keluarganya, istri, ketiga anak dan menantunya, diselamatkan
dari penghukuman Allah atas manusia yang dipenuhi dosa.

Seperti
Henokh, demikian juga Nuh dan keluarganya hidup bergaul dengan Allah.
Dan dapat dipastikan, yang menyebabkan mereka dapat hidup karib, punya
hubungan sangat erat, dengan Tuhan Allah adalah karena korban
persembahan yang benar, tertumpahnya darah korban, yang dipersembahkan
oleh Nuh dan keluarganya. Dan oleh karena korban, tertumpahnya darah,
itulah, maka keselamatan terjadi atas Nuh dan seisi rumahnya.

5. Abraham (Kejadian 15 - 17)

Predikat
terbesar yang disandang Abraham adalah bapa orang beriman, dan lewat
iman itulah Abraham juga disebut sebagai bapa segala orang benar.
Abraham menjadi orang benar bukan karena perbuatannya, tetapi ia benar
oleh karena iman, percaya kepada janji Allah tentang Israel, keturunan
Abraham sebagai bangsa pilihan yang puncaknya pada lahirnya Mesias yang
dijadikan korban bagi keselamatan orang-orang pilhan Allah.

Tuhan
Allah menandai perjanjian-Nya dengan Abraham melalui dua tanda yang
Tuhan ajarkan untuk Abraham melakukannya dengan setia. Pertama, mezbah
korban bakaran dan kedua dengan perjanjian sunat bagi anak laki-laki,
yaitu dengan dikerat kulit khatannya.

Firman
TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga
tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan
berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung
merpati." Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, …(Kejadian 15:9-10)


Anak
yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di
antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang
dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk
keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli
dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu
menjadi perjanjian yang kekal. (Kejadian 17:12-13)


Iman
Abraham dinyatakan dalam kesetiaannya terhadap dua hal di atas, yang
intinya mengalirnya darah. Abraham selalu mendirikan mezbah persembahan
korban di setiap tempat dimana Abraham tinggal dan sunat bagi semua
laki-laki seisi rumahnya. Melalui mezbah dan sunat itulah, janji Allah
tentang keselamatan melalui tertumpahnya darah, iman percaya Abraham
dinyatakan, dan melalui mezbah dan sunat itu juga janji tentang Mesias
yang akan datang terus diwartakan.

6. Musa dan Bangsa Israel

Musa
dan segenap bangsa Israel, pada waktu mereka berada di tanah perbudakan
Mesir, mempunyai banyak pengalaman mujizat ajaib dengan beberapa
diantaranya berkaitan dengan kuasa darah, korban persembahan melalui
darah hewan yang selalu menunjuk pada darah Kristus. Salah satu
diantaranya adalah peristiwa paskah.

Paskah, atau pesakh dalam bahasa Ibrani artinya melewatkan, pass over.
Salah satu makna darah adalah menyelamatkan dari ancaman kematian,
sebab kematian pihak lain telah menggantikannya (Keluaran 12:13,27).
Darah yang dioleskan pada jenang pintu bangsa Israel memberikan tanda
bahwa nyawa yang lain telah menggantikan hukuman atas rumah tersebut.

7. Kristus Yesus

Melalui
puncak kehidupan pelayanan Yesus Kristus, persembahan korban dengan
ditandai oleh darah, melalui peristiwa Golgota dengan sempurna telah
digenapkan. Lewat tanda darah Kristus yang “dioleskan” pada setiap
jenang pintu hati orang yang percaya, ancaman hukuman mati, maut,
dibatalkan, oleh karena darah, nyawa Kristus telah menggantikannya.

Melalui
Kristus, Imam Besar yang membawa darah-Nya sendiri masuk ke ruang
kudus, menjadikan semua yang percaya, juga sampai di ruang kudus, sebab
oleh iman mereka semua menjadi kudus. Layak untuk menghadap tahta
hadirat Allah yang kudus.

dan
Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang
kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu,
tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah
mendapat kelepasan yang kekal. Sebab, jika darah domba jantan dan darah
lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis,
sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah
Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya
sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan
menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia,
supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. (Ibrani 9:12-14)


Kuasa Darah Kristus

Alkitab Perjanjian Baru mencatat beberapa istilah yang menunjuk tentang kuasa dari darah Yesus bagi orang percaya, yaitu:

1. Darah Yesus adalah alat pembasuhan dosa manusia (1 Yohanes 1:7).

2. Darah Yesus adalah alat pembenaran bagi manusia berdosa di hadapan Allah (Roma 5:9).

3. Darah Yesus sebagai alat penebusan (Efesus 1:7, Roma 5:9-10).

4. Darah Yesus sebagai alat pendamaian manusia dengan Allah yang kudus (Kolose 1:20, Roma 3:25).

5. Darah Yesus merupakan jembatan yang olehnya manusia berjalan menuju Allah (Efesus 2:13).

6. Darah Yesus membersihkan hati nurani manusia yang berdosa (Ibrani 9:13).

7. Darah Yesus sebagai alat penyucian (Ibrani 13:12).

8. Adanya persekutuan antara manusia dengan Allah melalui darah Yesus (1 Korintus 10:16).

9. Darah Yesus juga disebut sebagai darah perjanjian kekal (Ibrani
13:20). Orang percaya dapat menjadi imam dan raja, itu karena darah
Yesus (Wahyu 1:5, 5:9-10).

10. Darah Yesus merupakan senjata yang ampuh untuk menghancurkan iblis (Wahyu 12:11).

11. Manusia memperoleh kehidupan kekal hanya melalui darah Yesus (Yohanes 6:53-63).

12. Proses penyempurnaan hidup kekristenan kita, tidak terlepas dari darah Yesus (Ibrani 6:1-2, 7:11-19).

Tubuh dan Darah Kristus

Betapa
besar dan mulianya kuasa darah Yesus yang merupakan darah perjanjian
bagi manusia untuk memperdamaikan manusia dengan Allah. Karena itu
Paulus, dan juga Kristus sebelum Ia disalib, mengingatkan kepada gereja
Tuhan untuk memperingati korban Yesus ini melalui perjamuan kudus,
dengan cara makan roti yang merupakan tubuh Kristus serta meminum
anggur yang merupakan darah Kristus (I Korintus 11:23-25).

Pengajaran
Paulus, juga Kristus sendiri, mengenai perjamuan kudus dimaksudkan
untuk meningkatkan makna perjamuan itu dengan jalan mengkaitkannya
dengan maksud penyelamatan Allah. Perjamuan kudus mengingatkan dan
sekaligus memberitakan kematian Kristus bagi pendamaian melalui
penebusan dan penggantian Kristus yang tidak berdosa bagi manusia yang
penuh dosa. (1 Korintus 11:26)

Pergunakan
waktu ini dengan baik sebab keselamatan yang Allah berikan melalui
korban Anak-Nya, Yesus Kristus Tuhan, itu ada batasnya yaitu mengenai
suatu jumlah yang telah Allah tentukan bagi kita orang-orang yang
memperoleh kasih karunia-Nya jangan sampai kita tidak masuk hitungan
dari jumlah yang Allah sudah tetapkan. (Roma 11:25)


Sebagai
catatan akhir yang sangat penting bagi setiap umat manusia. “Bahwa
darah Yesus Kristus tersedia dan berkuasa bagi keselamatan dan
pendamaian seluruh umat manusia, tetapi hanya efektif bagi mereka yang
percaya kepada-Nya.”

GSJA_Kediri

Male
Jumlah posting : 21
Age : 39
Lokasi : kediri
Pekerjaan : karyawan swasta
Gereja : Gereja Sidang Jemaat Allah KEDIRI
Registration date : 17.10.07

Character sheet
admin:

Lihat profil user http://kristen.variousforums.net/

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik