Seks di tinjau dari Firman Tuhan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

default Seks di tinjau dari Firman Tuhan

Post by Admin on Thu Oct 18, 2007 11:41 pm

Seks di tinjau dari Firman Tuhan

Arti SEKS

Nilai moral yang jelas sangat penting dalam pembahasan
seks. Tanpa nilai moral yang jelas, seks bisa menjadi suatu hal yang
bebas, tidak bertanggung jawab, dan hanya digunakan sebagai pemuasan
nafsu dan kesenangan jasmani saja. Seks memang sama dengan kebutuhan
tubuh jasmani kita akan makanan, tetapi meskipun demikian, ada
aturan-aturan yang harus dipatuhi. Tuhan memberikan prinsip yang benar
mengenai seks yang tercantum dalam Kitab 1Korintus 6:13b, 15b, 16,18
berikut ini:

"Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan,

dan Tuhan untuk tubuh... Akan kuambilkah anggota Kristus untuk

menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! Atau tidak

tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada

perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia?... jauhkanlah

dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia,

terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan

berdosa terhadap dirinya sendiri."


Dari
ayat tersebut di atas, bisa disimpulkan, pertama, Tuhan tidak
menghendaki kita terlibat dalam percabulan. Istilah percabulan
dibedakan dengan perzinahan. Percabulan atau 'porneia', berasal dari
kata 'porne' yang berarti pelacur, kemudian dari kata tersebut
dihasilkan istilah 'porno' yang sering diasumsikan dengan hal-hal yang
bersifat seksual dan terlarang. Sedangkan perzinahan atau 'moicheuo'
adalah percabulan yang menunjuk pada hubungan seksual yang dilakukan
oleh pasangan yang belum berstatus menikah atau dengan seseorang yang
berstatus menikah. (Imammat 20:10; Yeremia 29:23; Hosea 4:13; Matius
5:32; 19:9).

Tuhan menciptakan hubungan seks sebagai hubungan
yang suci sehingga Tuhan melarang kita untuk melanggarnya. Hubungan
seks hanya boleh dilakukan oleh pasangan yang sudah terikat dalam
hubungan pernikahan dan pelanggaran terhadap perintah Tuhan ini adalah
dosa.

Jadi kesimpulannya, tubuh kita adalah anggota tubuh
Kristus, jika kita berbuat cabul atau zinah, maka kita juga berbuat
demikian terhadap tubuh Kristus. Tubuh Kristus adalah suci, sama dengan
hubungan seks yang juga suci dan kita tidak diperkenankan untuk
mencemarkan keduanya.


"E": ENERGI

-----------

Dr.
Sigmund Freud, seorang neorolog Australia mengemukakan bahwa manusia
memang memiliki naluri seks. Menurutnya, naluri seks adalah suatu
kekuatan yang selalu menuntut kepuasan, jika tidak, maka akan
menimbulkan ketegangan. Sedangkan seks itu sendiri, menurutnya
merupakan suatu usaha untuk mempertahankan kelangsungan hidup.


Naluri
seks sudah ada dalam diri manusia sejak lahir dan memiliki kekuatan
yang besar untuk segera dipenuhi. Naluri seks tidak mudah untuk
dikendalikan dan selalu mencari kenikmatan. Masa remaja adalah masa
dimana naluri seks ini mulai mencari kepuasan dan kenikmatan melalui
atau yang berkaitan dengan hubungan kelamin atau hubungan seks. Saat
inilah, biasanya remaja mulai mengalami gejolak-gejolak seksual dan
mulailah pergumulan mereka untuk mengendalikannya.

Gejolak
seksual adalah hal yang normal dan setiap remaja pasti akan
mengalaminya. Tuhan menciptakan seks untuk memberikan kenikmatan pada
manusia, tetapi Tuhan juga menuntut manusia untuk mampu
mengendalikannya, sehingga kenikmatan itu bisa dicapai.


"K": KETURUNAN

--------------

Tujuan
Tuhan menciptakan seks adalah sebagai sarana penyambung keturunan dan
sebagai puncak kesatuan antara dua individu (Kejadian 2:24). Namun,
Tuhan juga memberikan aturan yang sangat jelas dalam proses tersebut,
yaitu hanya mereka yang sudah terikat dalam pernikahan saja yang boleh
melakukannya. Bagi Tuhan, anak sebagai buah dari penyatuan dua individu
tersebut merupakan suatu tanggung jawab yang besar dan serius, sehingga
hanya pasangan yang telah bersepakat untuk benar-benar bersatu, melebur
menjadi satu saja yang Tuhan percayai untuk menanggungnya. Pasangan
yang menikah karena telah hamil terlebih dahulu dan tidak memiliki
persiapan yang matang akan memberikan akibat yang buruk kepada anak
mereka.

Tuhan menyatukan suami istri dalam hubungan seks sebagai
lambang dari puncak cinta dan keintiman berdasarkan cinta yang berakar.
Keintiman selalu bertujuan untuk mencapai kesatuan, sehingga anak yang
dilahirkan sebagai hasil dari hubungan seks ini merasakan bahwa ia
dilahirkan sebagai hasil dari cinta kasih kedua orangtuanya.


"S": SEIMBANG

-------------

Menurut
pandangan para filsuf Yunani, kesehatan tercipta karena adanya
keseimbangan antara tubuh dan jiwa. Demikian pula dengan seks, Tuhan
menciptakan naluri seks untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan.
Dunia yang penuh dengan ketegangan ini membuat manusia membutuhkan
kelegaan dan seks merupakan salah satu jalan yang diciptakan Tuhan
untuk melepaskan ketegangan itu. Meskipun hanya terbatas bagi mereka
yang sudah menikah saja yang bisa mendapatkannya, namun Tuhan juga
tetap memperhatikan dan memberikan kelegaan bagi mereka yang belum
menikah melalui kekuatan-Nya yang diberikan kepada kita.

-*-Sumber diringkas dari:-*-

Judul Buku: Seri Psikologi Praktis--Hidup Damai dengan Seks
Penerbit : Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 2001
Penulis : Pdt. Dr. Paul Gunadi Ph.D
Halaman : 1 - 6

_________________
"Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa"

(Mazmur 60:14a)

Admin
Admin
Admin

Male
Jumlah posting : 22
Age : 39
Gereja : Gereja Sidang Jemaat Kediri
Registration date : 08.10.07

Character sheet
admin:

Lihat profil user http://kristen.variousforums.net

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik